Surabaya- Tanaman berkhasiat obat menjadi fokus program lingkungan hidup SMP Negeri 1. “Kita akan buat program Tato Pahat untuk membuat SMPN 1 Surabaya menujuEco School (sekolah ramah lingkungan),” kata Alya Thallafadhila Listyarini, ketua tim lingkungan yang sontak membuat 36 pengurus OSIS yang hadir bertanya satu dengan yang lain tentang Tato Pahat.
“Tato Pahat yang akan kita jalankan yaitu program tanaman toga paling sehat tiap kelas,” tambah Alya Thallafadhila, yang juga Puteri Lingkungan Hidup 2009. Tak ayal penjelasan yang disampaikan Alya membuat semua yang hadir tersenyum-senyum sendiri, karena awalnya mengira akan membuat tato atau rajah tubuh.Hal itu yang terjadi pada saat pembinaan Surabaya Eco School di SMPN 1 Surabaya, Senin pagi (19/9). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Tunas Hijau dan pemerintah kota Surabaya ini selalu di tiap sekolah bermunculan ide-ide kreatif untuk program lingkungan hidup berkelanjutan. Seperti yang terjadi dalam pembinaan kali ini. Antusiasme siswa juga selalu terlihat melalui banyaknya ide yang diusulkan.
Dengan panduan 5 siswa anggota tim lingkungan hidup, para pengurus OSIS diajak ikut memberikan usulan tentang program yang akan dilakukan. Mulai dari toilet, taman, ruang kelas bahkan kantin tak luput dari perhatian mereka. Seperti yang dikatakan Ketua OSIS Sacharissa Zerlina Tsarwah Thirafi tentang perlunya pengawasan jentik nyamuk di kamar mandi. “Perlu diadakan piket khusus untuk membersihkan kamar mandi,” ungkap dia. Supaya efektif perlu dibentuk pula tim khusus yang mengawasi supaya piket tersebut tetap berjalan.Ditambahkan pula oleh Syania Mega tentang pentingnya fungsi pengawasan dalam menjalankan program ini. “Kita bentuk saja polisi lingkungan yang tugasnya tidak hanya mengawasi toilet namun semua aktifitas lingkungan yang melibatkan peranan kelas seperti piket toilet, taman maupun kompos,” ujar Syania. Menurutnya hal ini akan bisa membantu terciptanya partisipatif aktif semua warga sekolah khususnya sswa dalam menjaga kebersihan sekolah.
Melalui kesempatan ini juga diceritakan oleh Badrijah, guru pembina tim lingkungan tentang kurangnya partisipatif dari semua warga sekolah dalam kegiatan lingkungan hidup. “Makanya walau kami punya 2 green house serta beberapa komposter, semuanya belum bisa optimal,” kata Badrijah. Program Surabaya Eco School ini menurutnya memberikan angin segar dalam mengajak semua warga sekolah turut menjaga lingkungan hidup di SMPN 1. “Saya yakin melalui program ini akan menjadikan sekolah lebih lagi baik lagi dalam bidang lingkungan hidup,” ujarnya mantap.
luar biasa
BalasHapus